A separation, film iran kedua saya setelah ” offside” . Apa yang asik dari menonton film asing non Hollywood adalah pesan kultur setempat yang melekat pada filmnya, sama asiknya ketika membaca komik jepang yang senantiasa menjabarkan tradisinya lewat alur cerita.
Film ini mengisahkan tentang sepasang suami istri yang ingin bercerai karena sang istri ingin pindah ke luar negri dengan tujuan ingin memperbaiki kehidupan anaknya, sedangkan suaminya tidak ingin karena ayahnya menderita alzheimer yg mengharuskannya di rawat penuh, sisanya disajikan dengan intrik sosial dengan dialog sedih, marah, putus asa, dan sedikit hangat. Salah satu yang menarik adalah gambaran sistem pengadilan disana yang sangat amat berbeda dengan disini yang notabene selalu dalam ruangan megah atau minimal luas dan hakim berjubah khusus. Sederhana, itu mungkin kata yang muncul,seorang pengadil menggali kasus diruang kantor sempit, tetapi penggalian kasus tetap intensif, pencarian kebenaran tetap utama.
Satu yang menggelitik dalam setiap karakternya yaitu kewajiban tanggung jawab dan kejujuran, mereka sepertinya gundah dengan kebohongan, pride terkesan murni, tanggung jawab sebesar besarnya.
Walaupun ini belum merepresentasikan orang iran secara keseluruhan tapi menarik untuk disimak.