ruang teatrikal terisi lagi dengan kelesuan
menampilkan sang protagonis yang memiliki
tiga lapis energi antagonis
membuat para figuran yang duduk disudut sempit
meracau mengembangkan semangat
yang sebenarnya kembang kempis
karena skenario tak jelas sutradara
dengan karakter arogan ala fasis
dan kebodohan tanpa pembedaan
kebutaan tanpa analisa
dan kesenangan yang terlanjur ada
yang suatu saat akan terkubur dalam
canda kenyataan dan pernyataan
kesalahan mereka
Riuh
27 Sabtu Mar 2010
Posted in Uncategorized