Repetisi

Pagi disambut dengan kemuraman langit, kata pagi yang tertera mencerahkan, pagi ini selamat hidup saya ucapkan dimana seharusnya kita bersedih karena mendekati kematian sekaligus bahagia sebagai rasa syukur masih diberi cobaan hidup. Tak tau betapa sedih atau bahagia, kata saja yg keluar menyenangkan hati, jika kenikmatan dunia menjadi dasar, mungkin kiranya saya tidak ada apa apanya, taukah merajut butuh waktu lama namun hanya butuh waktu sebentar untuk membakarnya ,tapi saya merajut supaya menjadi pakaian utuh yang kelak membungkus bersama, ketidak sempurnaan mungkin ada, tapi tetap tujuan menghangatkan. Seterusnya!

Final Sepak Bola Sea Games 2011

Acara komentator dimulai sejam sebelumnya, antusiasme mebludak, yang tidak senang bola malah sudah ikut-ikutan, euphoria menular kemana mana, surat pembaca di koran malaysia bilang penonton indonesia tidak respek, emoticon garuda cengkram harimau beredar, bermain selisih 2 hari perlu strategi rotasi pemain supaya fit, baca tulisan yang berusaha membangkitkan semangat nasionalisme pemain, Hari ini Indonesia vs Malaysia, pengaruh tensi politik semakin kental, indonesia maju, koruptor semoga makin tenggelam.

film iran

A separation, film iran kedua saya setelah ” offside” . Apa yang asik dari menonton film asing non Hollywood adalah pesan kultur setempat yang melekat pada filmnya, sama asiknya ketika membaca komik jepang yang senantiasa menjabarkan tradisinya lewat alur cerita.
Film ini mengisahkan tentang sepasang suami istri yang ingin bercerai karena sang istri ingin pindah ke luar negri dengan tujuan ingin memperbaiki kehidupan anaknya, sedangkan suaminya tidak ingin karena ayahnya menderita alzheimer yg mengharuskannya di rawat penuh, sisanya disajikan dengan intrik sosial dengan dialog sedih, marah, putus asa, dan sedikit hangat. Salah satu yang menarik adalah gambaran sistem pengadilan disana yang sangat amat berbeda dengan disini yang notabene selalu dalam ruangan megah atau minimal luas dan hakim berjubah khusus. Sederhana, itu mungkin kata yang muncul,seorang pengadil menggali kasus diruang kantor sempit, tetapi penggalian kasus tetap intensif, pencarian kebenaran tetap utama.
Satu yang menggelitik dalam setiap karakternya yaitu kewajiban tanggung jawab dan kejujuran, mereka sepertinya gundah dengan kebohongan, pride terkesan murni, tanggung jawab sebesar besarnya.
Walaupun ini belum merepresentasikan orang iran secara keseluruhan tapi menarik untuk disimak.

Ciao supersic!!

Sejujurnya saya bukan penikmat setia motogp,saya hanya bagai anak-anak yg terkagum dengan kostum menarik dan lutut nyentuh aspal ketika menikung, keren sih tapi mereka sedang bertaruh dengan nyawa dengan membalap sampai 300 km/jam.
Pembalap pertama yang menurut saya keren adalah Mick Doohan, saya lupa dia menang berapa kali tapi yang pasti dia juara dunia banyak kali, faktor yang membuat saya memilih mick doohan ada beberapa faktor. 1. bapak saya sudah meng-insepsi sejak dulu bahwa honda itu irit dan dari dulu dia memakai honda, walaupun notabene motor pertamanya piaggio vespa. Jadi harus pabrikan honda 2. Naluri saya mengatakan memilih doohan. Pokoknya saya mau yang motor oranye dan selalu menang.hahaha.
Setelah doohan pensiun motogp seingat saya sudah bukan 500 cc lagi dan valentino rossi memulai eranya, memakai honda juga, saya yakin naluri saya tidak memilih rossi, tapi memilih sete gibernau yang setia menguntit rossi. Gibernau tergabung di Gresini Honda dan untung masih honda. Sejak rossi mendominasi dari menunggangi Honda sampai yamaha, dan masuk jorge lorenzo, casey stoner, saya hanya melirik sebentar. Sampai musim ini melihat marco simoncelli, wow sekali lagi naluri dan analisa pengamat abal-abal sepertinya rider ini punya potensi mendobrak dominasi pembalap lama.
Saya nontonnya lewat tv lokal yang komentatornya matteo si pembalap lokal impor, saya selalu berdoa ya Tuhan semoga Matteo tidak prediksi simoncelli naik podium, karena setiap dia memprediksi selalu gagal. Kata matteo, simoncelli hanya butuh waktu untuk kuasai motornya jadi sejak saat itu saya harus nonton Simoncelli balapan.
Kebanyakan celaka, slip sudah jadi kebiasaan, rider lain jadi mengeluh. Sempat dipecundagi doviziozo dan spies beberapa kali, mendekati akhir musim setelah dapat kontrak baru dan kepastian menjajal 1000 cc performa simoncelli semakin konsisten dan akhirnya kecelakaan tragis menimpanya . Sepertinya saya harus mengandalkan naluri lagi untuk mencari “jagoan” baru.
Ciao sic!!
Thank you for the race, ane dukung ente loh!! Sayang ente kagak lama.

Kontan teriak

Balur cem ceman yg cukup menusuk hidung itu senantiasa hinggap bolak balik tanpa capai, ngalor ngidul bosan dibenari, tak bisa kah sedikit mengerti atau menangkap pesan jikalau aku sudah punya bulan tuk kurangkul, telah kupahat kan janji ditangannya,
kontan aku teriak, teriak itu menenangkan, menyenangkan, menyantaikan, sungguh sensasi yang baik meredakan emosi. Walaupun teriak dalam hati, hehehe, cekikik teriak.

surat kepastian

taukah hal yang pasti itu
sudah diketahui sedari dulu
hal yang pasti datang menyapa dalam rasa cepat lama dan sakit
sedari dulu kita harus sadar sebelum jiwa ini melewati kerongkongan
sebelum ingatan ini dihapus dari raga
sebelum kita hanya melihat timbangan
tersenyum menyapanya yang lain
bersedih menumpah air mata
lumrah sebagai simbol
tetapi rela menyapa yang pasti
bukan kah yang pasti itu ada didepan mata
bukan kah kita punya kewajiban menyapanya
sebelum senyuman dan sakit 1000 tebasan pedang datang
mari tersenyum menebar kebaikan
tersenyum melihat senyuman dalam hati mereka

angin saja

kolam tenang datar dengan riak kecil
andaikan tengah jatuh bintang sekepal tangan
jatuh dari atas nan tinggi dan menohok
seberapa besar gelombang yang dihasilkan
gelombang melingkar yang tak berhenti
sebelum mengena sesuatu
dan kadang merusak tepian
tanah sarang semut yang begitu lama ditinggali
hancur bersama manisnya kumpulan
tenggelam bersama ratu
tapi tetap satu
kembalinya air tenang dng riak kecil karena angin

prosesi tanda tanya

telah kututurkan fabel pengantar tidur untukmu
dalam syarat berupa tanya
hanya saja terus menjelma menjadi sepasang anonim
dan salah satunya sibuk menerjemahkan
seraya bertutur “bulan itu yang mencuri tidurku!!”
kemudian jatuh berkubang dalam lamunan
terhalang riak air bagai gelombang pasang
dalam rakit-rakit rapuh bertali keluh
menunggu menyambut sunyi indahnya kalang fajar
menyemburkan kehangatan mentari dibibir horizon.

Riuh

ruang teatrikal terisi lagi dengan kelesuan
menampilkan sang protagonis yang memiliki
tiga lapis energi antagonis
membuat para figuran yang duduk disudut sempit
meracau mengembangkan semangat
yang sebenarnya kembang kempis
karena skenario tak jelas sutradara
dengan karakter arogan ala fasis
dan kebodohan tanpa pembedaan
kebutaan tanpa analisa
dan kesenangan yang terlanjur ada
yang suatu saat akan terkubur dalam
canda kenyataan dan pernyataan
kesalahan mereka

mau

sahut menyahut memanggil kesibukan
dan proses dikotomi kebutuhan
karena terlapis dalam kornea
dan jalur saraf mengalirkan ke otak
memerintahkan ingin terpuaskan
melahirkan elegi tanda tanya
yang berada antara ruang hitam dan putih
terjebak dalam ketidakinginan
halusinasi keinginan membuat mati suri ketidakinginan
ketidakinginan terkubur dalam tumpukan keinginan
tak ada waktu untuk memilah
memilih antara dua garis benang yang sejajar
lurus dan menarik salah satu ujungnya
menjadi bersebrangan dan terikat.

kotak kecil

kaca pun tergerus menjadi tipis
retak dan siap pecah menjadi partikel terkecil
terjebak dalam kotak kecil yang menampilkan
Chitagong sampai Quito sambil berteriak menampilkan
nada sumbang dan merdu mengeluarkan sayup-sayup
kenyataan dan semiotika kiamat sebagai teriakan horizontal
kesombongan ilmu namun dihayati dengan kerling tak henti
sambil menancapkan sepuluh jari kelangit sambil membayangkan
kebodohan Heaven’s gate dengan pembenaran ungu dan phenobarbital
menerawang sampai kelangit ke tujuh
tersadar dalam nyata sungguh dan bodoh
berharap waktu berputar melawan arus
berharap dapat tersampaikan selancar kotak kecil itu
sehingga dua sudut bibir ini menanjak menemukan sunggingnya
dan dambaan tulisan hapilly ever after
terderet dalam akhir.

tapal

tak pelak pujaan seni merajut
hati ini terbenam dalam simpul
terlena dalam bisikan
terkait kuat

begitu kuatnya desakan
justru membuatnya semakin kuat
membentuk tabir rapat
membatasi gerak
menjebak bak perangkap

surga-surga dunia begitu melenakan
terus bersemayam dengan wajah anggun
berlindung dibalik topeng kesenangan
dan menutupi wajah rapuh penuh kecacatan

seorang bocah bertanya
dari mana
untuk apa
dan akan kemana

menyengat dengan tanda
whan
itu yang kutakuti
bukan penyembuhan
bukan keajaiban
tapi sebuah peringatan
yang menyadarkan.

Racun dari Holland

dentuman lonceng keras bergetar
dalam arogansi seorang meneer
ranting-ranting kemudian roboh
ketika eijk bilang ama jij bodoh

matahari kelam dalam ruang cerah
meneer dom muka merah
terlihat air jernih dalamnya ikan
gemar berparas dalam balutan setan

bau pesing dalam pesan
sebar benci dalam keindahan
menyebar kebodohan legam
aku bilang, u bent dom

racun itu terlalu jelek menjadi racun
tidak pantas untuk meracun
karena putih itu terlalu kuat
untuk macam sampah surat

demi waktu

“Tidak besok saja…!!” mungkin kalimat itu yang sering lewat dipikiranku ketika dihadapakan dengan pekerjaan dan tugas akhir yang menjadi kesibukan rutin akhir-akhir ini akibatnya konsekuensi yang harus dihadapi yah semuanya harus tertunda dan semua pekerjaan hasilnya terburu-buru dan tidak maksimal… woahhh memang penyesalan datang belakangan betapa banyak peluang yang harus dilewatkan hanya karena sering menunda waktu “hari ini untuk esok” dan begitu seterusnya. Ohhh ini mungkin yang dinamakan bisikan iblis yang sering menjerumuskan manusia ikut kejalannya, dengan muka sangarnya berujar ” kamu tunda saja tugas akhirmu masih ada hari esok koq!!” dan parahnya esok itu berlalu satu semester oahhhhh……….. orderan juga jarang dan paling banter proyek thankyou hua hua hua… betapa tidak produktifnya hidup akhir-akhir ini. Nongkrong dirumah sambil main dengan kemenakan umur 1 tahun yang parahnya tidak suka dengan saya (makanya sering buang-buang muka )hmmm  jadi ingat acara national geographic tentang science of baby. katanya bayi itu sudah mampu untuk mendeteksi ancaman ketika mereka menghadapinya cuman kondisi mereka tidak mampu… woahh jadi si kemenakan menganggap saya sebagai ancaman… bertambah lagi misi memperbaiki kualitas hidup dari menyelesaikan kuliah sampai meyakinkan si kemenakan untuk sadar bahwa saya bukan ancaman… huahua

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.